Muda yang berbahaya adalah Muda yang berkarya

19 April 2017

Prihartini Simbolon

Dewasa ini melihat sosial media seperti melihat koran hati yang sedang berjalan. Kenapa koran hati? Karena semua berisi ilusi. Ilusi bukan hanya khayalan. Ilusi juga bisa cacian dan sindiran yang sebenarnya bisa disampaikan langsung kepada sang objek. Lagi-lagi kita sebagai anak muda terjebak. Banyak diantara kita terbiasa dengan gawainya. Hingga lupa, kegiatannya membuat banyak pihak menderita.Ketika banjir bandang sedang menimpa Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Ketika para petani Kendeng sedang menyemen kakinya. Ketika E-KTP sedang diproses peristiwanya. Ketika itu pula kita bukannya mencari solusi malah makin memperkeruh. Bahkan ada yang asyik sendiri dengan masalah ‘BAPER’ yang tak kunjung usai. Mana yang katanya muda dan berbahaya itu?AdvertisementKetika pemuda yang lain sedang berusaha menjadi NASA. Ketika pemuda yang lain sedang menjunjung tinggi Indonesia dengan prestasinya memainkan kok dan bulu tenis. Ketika pemuda sedang berkali-kali membaca dan menulis untuk memperbaiki dirinya. Ketika itupula kamu sedang asik dengan gawaimu. Menyindir sahabatmu sendiri dan mencaci maki saudaramu. Apakah itu yang dikatakan muda dan berbahaya?Lalu bagaimana, masih ingin melakukannya? Itu kehendakmu wahai anak muda. Kebebasan saat ini sedang merongrong dengan vulgarnya. Tapi ingat wahai kaum muda. Waktunya sudah tiba, Indonesia perlu kamu yang selalu bisa memberi kontribusi untuk negara ini. Untuk kamu yang masih mencari jati diri. Secepatnya temukan dan aplikasikan. Untuk kamu yang sudah menemukannya, ayo berkarya. Untuk kamu yang sudah bisa menunjukkan jati dirimu. Jangan takut dikatakan berbeda. Teruslah berkarya.Ketika itu juga marilah berbenah diri.Kaum muda tak lagi bermain denganhate speech dan menimbulkan kebencian. Akan tetapi, menebarkan perdamaian diantara seluruh umat. Tak ada satu kepercayaan apapun yang mengajarkan kebencian pada seluruh umat. Semua mengajarkan kita kebaikan dan ketulusan. Mari berkarya sesuai passionmu. Karena yang muda dan berkarya itu adalah kaum muda yang berkompeten.

Asal usul Rambutan

Asal-Usul Rambutan dari sumber genetiknya adalah Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan. Berbagai spesies liar terdapat di pedalaman Kalimantan Timur. Kini, rambutan juga menyebarke Filipina, Thailand, Vietnam, dan negara tropik lainnya.Kayu pohon rambutan cukup keras dan kering, tetapi mudah pecah sehingga kurang baik untuk bahan bangunan. Namun, kayu rambutan bagus sekali untuk kayu bakar. Akar tanaman ini untuk obat demam, kulit kayunya untuk obat radang mulut, dan daunnya untuk obat sakit kepalasebagai tapal (popok). Daging buah yang telah matang dapat dikalengkan, setelah bijinya dikeluarkan.Varietas rambutan yang dianjurkan (telah dilepas) adalah binjai (merah),rapiah (kecil, hijau kekuningan), lebak bulus (merah), garuda (besar, merah menyala), antalagi (merah), dan bahrarang (merah) serta sitangkue (merah). Buah rambutan dapat dipetik setelah matang pohon atau umur 120 hari setelah anthesis (bunga mekar). Panen dilakukan dengan cara memotong tangkai rangkaian (tandan) buah. Hasilnya dapat mencapai 500—700 kg/ pohon. Musim panen rambutan terjadi pada bulan Desember—Februari. Untuk pemasaran ke luar negeri, buah harus dibersihkan dari kutu dan semut.

Arti Karang Taruna

Karang artinya tempat. Taruna artinya remaja atau pemuda. Jadi Karang Taruna artinya tempat kegiatan para remaja. Organisasi ini didirikan dan dibina oleh Departemen Sosial. Karang Taruna terdapat hampir di seluruh Indonesia. Nama Karang Taruna disesuaikan dengan keadaan daerah masing-masing . Anggota Karang Taruna ialah para pemuda, terutama mereka yang putus sekolah dan tidak mempunyai pekerjaan. Di beberapa daerah anggota Karang Taruna adalah para pelajar. Mereka masih duduk di SMP atau SMA.Karang Tarunadidirikan dengan tujuan memberikan pembinaan kepada para remaja, terutama yang putus sekolah dan menganggur. Jika tidak diberi tambahan pendidikan yang berupa berbagai ketrampilan, mereka dapat menimbulkan banyak masalah. Kenakalan remaja sampai pada tindak kriminalitas bisa dan mudah berkembang pada remaja yang menganggur. Melalui pendidikan Karang Taruna diharapkan para remaja memperoleh penyaluran. Mereka menjadi aktif dan produktif. Akhirnya mereka dapat hidup secara mandiri.Berbagai ketrampilan dipelajari dalam organisasi ini. Remaja yang berbakat dalam bidang elektronik dididik untuk memahami dan terampil menggarap bidang elektronik. Remaja yang menyenangi ukiran diberi pula pendidikan bidang ini. Keterampilan bagi remaja putri biasanya menyangkutbidang-bidang jahit-menjahit dan memasak. Mereka dilatih untuk terampil membuat macam-macam makanan dan pakaian.Kegiatan-kegiatan ini direncanakan menurut keadaan dan kemampuan daerah masing-masing. Kegiatan lain ialah pembinaan olahraga dan kesenian.Karang Tarunabisa di definisakan sebagai organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/ kelurahan dan terutama bergerakdi bidang usaha kesejahteraan sosial.Rumusan tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.Karang Taruna adalah suatu organisasi sosial, perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat yang berfungsi sebagaisarana partisipasi masyarakat dalam melaksanakan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS).

2.Sebagai wadah pengembangan generasi muda, Karang Taruna merupakan tempat diselenggarakannya berbagai upaya atau kegiatan untuk meningkatkan dan mengembangkan cipta, rasa, karsa,dan karya generasi muda dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM).

3.Karang Taruna tumbuh dan berkembang atas dasar adanya kesadaran terhadap keadaan dan permasalahan di lingkungannya serta adanya tanggung jawab sosial untuk turut berusaha menanganinya. Kesadaran dan tanggung jawab sosial tersebut merupakan modal dasar tumbuh dan berkembangnya Karang Taruna.

4.Karang Taruna tumbuh dan berkembang dari generasi muda, diurus atau dikelola oleh generasi muda dan untuk kepentingan generasi muda dan masyarakat di wilayah desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat. Karenanya setiap desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat dapat menumbuhkan dan mengembangkan Karang Tarunanya sendiri.

5.Gerakannya di bidang Usaha Kesejahteraan Sosial berarti bahwa semua upaya program dan kegiatan yang diselenggarakan Karang Taruna ditujukan guna mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat terutama generasi mudanya.